Top 3 Tekno: Blackout Sumatera, Kematian Mahasiswa Telkom University, Jatam Kecam Izin Tambang Jokowi

Trending 1 week ago

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno dimulai dari topik tentang Pulau Sumatera pada Selasa, 4 Juni 2024, mengalami blackout alias pemadaman listrik nan luas. Pakar Elektro dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Syamsyarief Baqaruzi, menduga pemicunya ada di jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi alias SUTET 275 KV Lubuklinggau-Lahat. Dampak dari terputusnya saluran ini membikin kelistrikan di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung terganggu.

Berita terkenal selanjutnya tentang seorang mahasiswa Telkom University Bandung dari bidang Desain Komunikasi Visual angkatan 2020 ditemukan tewas pada Minggu malam, 2 Juni 2024. Dia diduga mengakhiri sendiri hidupnya di kamas kos nan berlokasi di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Selain itu, Jaringan Anti Tambang alias Jatam mempertanyakan tujuan Presiden Joko Widodo memberikan izin upaya pertambangan (IUP) kepada ormas keagamaan. Jatam memandang nuansa politis dari agenda tersebut lantaran muncul pertama kali pada akhir 2023 alias empat bulan sebelum Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

1. Blackout Sumatera, Dosen Elektro Itera: SUTET Lubuklinggau-Lahat Proyek Besar Diresmikan 2019

Pulau Sumatera pada Selasa, 4 Juni 2024, mengalami blackout alias pemadaman listrik nan luas. Pakar Elektro dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Syamsyarief Baqaruzi, menduga pemicunya ada di jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi alias SUTET 275 KV Lubuklinggau-Lahat. Dampak dari terputusnya saluran ini membikin kelistrikan di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung terganggu.

"Sistem transmisi di Linggau merupakan bleed system nan saling terhubung dan mencakup beberapa wilayah di Sumatera. Sistem ini dirancang untuk menjaga pasokan listrik," kata Syamsyarief dalam keterangan nan diterima Tempo, Rabu 5 Juni 2024. 

Menurut Ketua Tim Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Lampung ini, sistem transmisi nan mengalami gangguan tersebut masuk daftar proyek besar, karena menghubungkan arus listrik melalui program Tol Listrik Sumatera 275 KV nan diresmikan Juni 2019 lalu. Tol Listrik ini menyalurkan daya dari Sistem Sumatera Bagian Selatan menuju Sumatera Bagian Utara alias sebaliknya.

Syamsyarief menerangkan, Tol Listrik Sumatera ini membentang di sepanjang jalur Lahat-Lubuk Linggau-Bangko-Muaro Bungo-Kiliranjao-Payakumbuh-Padang Sidempuan-Sarula-Simangkok-Galang. "Panjangnya 2.866 kilometer sirkuit (kms)."

2. Kematian Mahasiswa DKV di Kamar Kos, Telkom University: Nilai Akademiknya Sangat Baik

Seorang mahasiswa Telkom University Bandung dari bidang Desain Komunikasi Visual angkatan 2020 ditemukan tewas pada Minggu malam, 2 Juni 2024. Dia diduga mengakhiri sendiri hidupnya di kamas kos nan berlokasi di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Iklan

Direktur Sekretariat dan Perencanaan Strategis Telkom University Bandung, Anisah Firli, memastikan jika si mahasiswa tak mempunyai masalah akademik di kampus ataupun biaya kuliah. “Dinilai sebagai mahasiswa nan berperilaku baik dan juga mempunyai nilai akademik nan sangat baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu 5 Juni 2024. 

Menurut Anisah, dugaan kematian lantaran bunuh diri itu juga mengejutkan rekan-rekan korban. “Dikarenakan dalam beberapa minggu terakhir tidak memberikan tanda-tanda apapun, dan tetap beraktivitas seperti biasanya,” kata Anisah.

Kepala Bagian Public Relations dan Analytics Telkom University, Daris Rohmansyah Maulana, menambahkan bahwa motif dugaan bunuh diri mahasiswa berumur 22 tahun tersebut belum diketahui. Soal isi surat korban nan juga menyatakan tidak bisa melanjutkan kuliah, menurutnya, bukan lantaran terkendala biaya.

3. Begini Jatam Kecam Izin Tambang dari Jokowi untuk Ormas Keagamaan: Tamak, Licik, dan Balas Jasa

Jaringan Anti Tambang alias Jatam mempertanyakan tujuan Presiden Joko Widodo memberikan izin upaya pertambangan (IUP) kepada ormas keagamaan. Jatam memandang nuansa politis dari agenda tersebut lantaran muncul pertama kali pada akhir 2023 alias empat bulan sebelum Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

Koordinator Jatam, Melky Nahar, menuturkan wacana itu tercantum dalam Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2023 tentang Pengalokasian Lahan bagi Penataan Investasi. Perpres ini diteken oleh Presiden Jokowi pada 16 Oktober 2023. Terkini, nan juga lima bulan menjelang pilkada serentak, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 nan memuluskan jalan ormas keagamaan untuk berbisnis tambang dikeluarkan.
  
Menurut Melky, PP 25/2024 tentang Perubahan atas PP 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara itu mencerminkan watak rezim Jokowi nan rakus dan tamak. Ditambahkannya, PP 25/24 hanyalah satu dari rentetan kebijakan rezim Jokowi dalam mengobral kekayaan alam. 

"Dalam memuluskan kepentingan itu, Jokowi dengan kekuasaan politiknya, secara sadar mengotak-atik izin hanya agar kebijakannya terlihat legal, sembari memberikan agunan norma bagi kepentingan para pebisnis tambang," ucap Melky kepada Tempo, Rabu 5 Juni 2024.

Pilihan Editor: Pesawat SpaceX Elon Musk Tak Kunjung Siap, Miliarder Jepang Batalkan Misi Mengelilingi Bulan

More
Source