Mantan Narapidana Pembunuh Vina Saka Tatal Akan Ajukan PK ke MA

Trending 2 weeks ago

TEMPO.CO, Jakarta - Saka Tatal berencana mengusulkan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahakamah Agung. Mantan narapidana pembunuhan Vina (16 tahun) dan Muhammad Rizky namalain Eky (16 tahun) nan sudah bebas itu menyatakan polisi telah melakukan salah tangkap.

"Kami bakal lakukan PK, sedang mempertimbangkan novum nan bakal digunakan," ujar kuasa norma Saka Tatal, Krisna Mukti, Rabu, 5 Juni 2024.

Sebelumnya, Saka Tatal divonis bersalah dan dijatuhi balasan pidana penjara selama delapan tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Putusan itu dijatuhkan oleh majelis pengadil nan dipimpin Hakim Eki Purwaningsih di Pengadilan Negeri Cirebon pada 22 September 2016 lewat putusan nomor 16/Pid.Sus-Anak/2016/PN CBN. 

Namun lantaran mendapat remisi, Saka Tatal nan saat itu baru berumur 15 tahun saat menjalani persidangan hanya menjalani balasan 3 tahun 8 bulan. Ia keluar dari LPKA pada April 2020. 

Meski sudah empat tahun sejak dia menyelesaikan hukuman, Mukti menyebut kliennya itu mau  memulihkan nama baik. Sebab, dia menyatakan Saka Tatal sebagai korban salah tangkap oleh polisi. "Karena putusan itu Saka susah mendapat kerja. Dan dia mau memulihkan nama baiknya," ujar dia. 

Untuk pengajuan PK, pemohon kudu mempunyai bukti baru nan diajukan. Mukti menyatakan telah mengantongi bukti baru nan menguatkan kliennya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina. 

Sebelumnya, Saka Tatal mengaku berada di rumah dengan kakak dan pamannya saat peristiwa pembunuhan. Ia menyatakan tidak mengenal Vina maupun Eky. Kedua remaja nan maish berumur 16 tahun itu dinyatakan meninggal akibat dikeroyok geng motor. Keterangan itu muncul setelah dilakukan penulusuran polisi. Saka Tatal juga menyatakan tidak terlibat dengan geng motor dan tidak mempunyai motor. 

Kasus ini mencuat dan ramai lagi karena peristiwa pembunuhan Vina diangkat menjadi movie pada awal Mei lalu. Kurang dari satu bulan movie dirilis, Polda Jawa Barat menangkap Pegi namalain Perong, salah satu tersangka nan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2016 lalu. 

Pilihan Editor: Ditunjuk Jadi Jampidum, Asep Nana Mulyana Punya Harta Rp 10,3 Miliar

More
Source