Ditunjuk Jadi Jampidum, Asep Nana Mulyana Punya Harta Rp 10,3 Miliar

Trending 2 weeks ago

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Asep Nana Mulyana, ditunjuk menjadi Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung alias Jampidum Kejagung. Tercatat, kekayaan Asep mencapai miliaran rupiah.

Hal ini berasas laporan kekayaan kekayaan penyelenggara negara alias LHKPN Asep pada 2022 silam. Saat itu dia tetap menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Sedangkan pada 2023, dinukil dari laman resmi e-LHKPN, Asep Nana Mulyana belum melaporkan kekayaan kekayaannya.

Dalam laporannya, Asep menyatakan hartanya mencapai Rp 10,3 miliar nan diperoleh dari hasil sendiri. Secara rinci, kekayaan tersebut terdiri atas tanah dan bangunan, kendaraan, kekayaan bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.  

Asep tercatat mempunyai tanah dan gedung senilai Rp 9,2 miliar. Aset ini tersebar di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dia juga mempunyai delapan kendaraan senilai Rp 734,5 juta. Mobil termahalnya adalah Mitsubishi Pajero keluaran 2015 senilai Rp 129 juta.

Sedangkan kekayaan bergerak lainnya mencapai Rp 146,5 juta, serta kas dan setara kas sebanyak Rp 240 juta. Total semuanya adalah Rp 10.324.000.000 alias Rp 10,3 miliar.

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Hukum alias Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, mengonfirmasi penunjukan Asep Nana Mulyana sebagai Jampidum. Dia menuturkan, penunjukan tersebut berasas surat keputusan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Iklan

"Surat keputusan presiden mengenai pangangkatan Prof. Dr. Asep Mulyana baru kemarin kami terima," kata Ketut ketika dikonfirmasi Tempo pada Kamis, 6 Juni 2024.

Surat nan dimaksud Ketut adalah Keputusan Presiden alias Keppres Nomor 62/TPA Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kejaksaan Agung. Ketut juga menyebut bahwa pelantikan Asep bakal dilakukan pada pekan depan. "Tanggal 11 Juni hari Selasa bakal dilakukan pelantikan," ujar dia.

Adapun Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin, telah menerbitkan surat perintah pada Selasa, 4 Juni kemarin untuk melaksanakan keputusan presiden tersebut. Surat perintah itu memerintahkan sejumlah hal.

"Pejabat nan namanya tercantum dalam kolom 4 (Asep Nana Mulyana) mempersiapkan diri untuk dilantik dan diambil sumpahnya pada tanggal nan tertera dalam kolom 5 (11 Juni 2024 pukul 09.00)," tulis Burhanuddin.

Burhanuddin juga meminta agar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dan Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Mantovani menjadi saksi dalam aktivitas pelantikan tersebut. Adapun Asep Nana Mulyana belum memberikan komentar ketika dikonfirmasi. Asep belum membalas pertanyaan Tempo hingga buletin ini ditulis.

Pilihan Editor: Ibu Asal Tangerang Selatan Cabuli Anaknya Diduga Atas Keputusan Sendiri

More
Source